Skip to main content

Posts

Desain arsitektur, Mengalokasikan Modal Bisnis, Menentukan Harga Layanan, Tarif dan Harga Sebuah Kreativitas

Mengalokasikan Modal Bisnis Setelah memperhitungkan kebutuhan modal, maka langkah selanjutnya adalah merencanakan pengalokasian dana tersebut. Perencanaan pengalokasian modal ini dimaksudkan supaya modal bisnis dapat dibelanjakan secara bijaksana dan hemat. Pengalokasian modal berkaitan erat dengan proses pengadaan peralatan yang mendukung bisnis desain arsitektur. Pada prinsipnya suatu bisnis dibilang sehat apabila jumlah pemasukan dan penerimaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluaran. Oleh karena itu, pengendalian terhadap aliran kas merupakan hal yang penting dalam pengendalian biaya operasional bulanan. Seorang pebisnis haruslah bijaksana dalam hal mengelola keuangan. Hal ini bertujuan agar pengeluaran tidak lebih dari anggaran yang telah ditetapkan. Untuk memulai bisnis desain arsitektur, Anda dituntut untuk benar-benar mampu memilah antara peralatan pokok dengan peralatan penunjang. Misalnya, Anda dihadapkan pada pilihan untuk membeli perangkat kom

Definisi Operasional Variabel, Jenis Barang Dagangan dan Kepadatan, Tujuan Suasana Toko

Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel diperlukan untuk memberikan kejelasan terhadap pengertian dari varabel–variabel yang diteliti dalam sebuah penelitian ilmiah sehingga mempermudah pemahaman terhadap variabel penelitian yang dimaksud. Berdasarkan hal tersebut maka masing–masing variabel diberikan definisi operasionalnya sebagai berikut : a. Suasana Toko (Store Atmosphere) Suasana Toko (Store Atmosphere) merupakan suasana yang diciptakan oleh toko Bolly Departement Store untuk memberikan suatu nilai kesenangan, kegembiraan dan rasa puas akan suasana yang tercipta pada saat melakukan pembelanjaan. Dengan indikator sebagai berikut : a) Exterior (Bagian luar toko) b) General Interior (Interior umum/Pencahayaan) c) Store Layout (Tata letak toko) d) Interior Display (Tampilan dalam) b. Harga Harga merupakan bagian yang melekat pada produk yang mencerminkan seberapa besar kualitas produk tersebut. Harga adalah sejumlah uang yang ditagihk

Perkembangan etika bisnis, Situasi dahulu, Masa Peralihan: tahun 1960-an

Perkembangan etika bisnis Sepanjang sejarah, kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis seumur dengan bisnis itu sendiri. Sejak manusia terjun dalam perniagaan, disadari juga bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari masalah etis. Misalnya, sejak manusia berdagang ia tahu tentang kemungkinan penipuan. Dalam teks-teks kuno sudah dapat dibaca teguran kepada pemilik toko yang menipu dengan mempermainkan timbangan. Pedagang yang menipu langganan dengan menjual barangnya menurut pengukuran berat yang tidak benar, berlaku tidak etis."'1 Aktivitas perniagaan selalu sudah berurusan dengan etika, artinya selalu harus mempertimbangkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Memang benar, sejak ditemukannya bisnis, etika sudah mendampingi kegiatan manusiawi ini. Namun demikian, jika kita menyimak etika bisnis sebagaimana dipahami dan dipraktekkan sekarang, tidak bisa disangkal juga, di sini kita menghadap

Apa itu etika bisnis? Pengertian Etika Bisnis

Apa itu etika bisnis ? Ditinjau dari segi kata "etika" dan "etis" tidak selalu dipakai dalam arti yang sama oleh karena itu pula "etika bisnis" bisa berbeda artinya. Sebuah uraian sistematis tentang etika bisnis sebaiknya diawali dengan menyelidiki dan menjernihkan cara kata seperti "etika" dan "etis" dipakai. Perlu diakui, ada beberapa kemungkinan yang tidak seratus persen sama (walaupun perbedaannya tidak seberapa) untuk menjalankan penyelidikan ini. Cara yang kami pilih untuk menganalisis arti-arti "etika" adalah membedakan antara "etika sebagai praktis" dan "etika sebagai refleksi". Maksud Etika sebagai praksis yaitu : nilai-nilai dan norma-norma moral yang harusnya dipraktekkan justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Bisa juga  dikatakan, etika sebagai praksis adalah apa yang dilaksanakan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. Mungkin kita seri

Tolok ukur untuk tiga sudut pandang Ekonomis, Moral dan Hukum

Tolok Ukur Untuk Tiga Sudut Pandang ini Bagaimana kita tahu bahwa bisnis itu baik menurut tiga sudut pandang tadi?  Apa yang menjadi tolok ukurnya?  Untuk sudut pandang ekonomis, pertanyaan ini tidak sulit untuk dijawab. Secara ekonomis, bisnis adalah baik, kalau menghasilkan laba. Hal itu akan tampak dalam laporan akhir tahun, yang harus disusun menurut metode kontrol finansial dan akuntansi yang sudah baku. Untuk sudut pandang hukum pun, tolok ukurnya cukup jelas. Bisnis adalah baik, jika diperbolehkan oleh sistem hukum. Penyelundupan, misalnya, adalah cara berdagang yang tidak baik, karena dilarang oleh hukum. Contoh ini cukup menarik, karena tergantung pada cara diaturnya sistem ekonomi. Dalam sistem ekonomi pasar bebas yang konsekuen, malah tidak mungkin terjadi penyelundupan. Jika kadang kala kita ragu-ragu tentang boleh tidaknya suatu tindakan bisnis menurut segi hukum, kita bisa mengajukan masalah ini ke pengadilan dan minta keputusan hakim. Lebih sulit untuk

Popular posts from this blog

Tolok ukur untuk tiga sudut pandang Ekonomis, Moral dan Hukum

Tolok Ukur Untuk Tiga Sudut Pandang ini Bagaimana kita tahu bahwa bisnis itu baik menurut tiga sudut pandang tadi?  Apa yang menjadi tolok ukurnya?  Untuk sudut pandang ekonomis, pertanyaan ini tidak sulit untuk dijawab. Secara ekonomis, bisnis adalah baik, kalau menghasilkan laba. Hal itu akan tampak dalam laporan akhir tahun, yang harus disusun menurut metode kontrol finansial dan akuntansi yang sudah baku. Untuk sudut pandang hukum pun, tolok ukurnya cukup jelas. Bisnis adalah baik, jika diperbolehkan oleh sistem hukum. Penyelundupan, misalnya, adalah cara berdagang yang tidak baik, karena dilarang oleh hukum. Contoh ini cukup menarik, karena tergantung pada cara diaturnya sistem ekonomi. Dalam sistem ekonomi pasar bebas yang konsekuen, malah tidak mungkin terjadi penyelundupan. Jika kadang kala kita ragu-ragu tentang boleh tidaknya suatu tindakan bisnis menurut segi hukum, kita bisa mengajukan masalah ini ke pengadilan dan minta keputusan hakim. Lebih sulit untuk

Perkembangan etika bisnis, Situasi dahulu, Masa Peralihan: tahun 1960-an

Perkembangan etika bisnis Sepanjang sejarah, kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis seumur dengan bisnis itu sendiri. Sejak manusia terjun dalam perniagaan, disadari juga bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari masalah etis. Misalnya, sejak manusia berdagang ia tahu tentang kemungkinan penipuan. Dalam teks-teks kuno sudah dapat dibaca teguran kepada pemilik toko yang menipu dengan mempermainkan timbangan. Pedagang yang menipu langganan dengan menjual barangnya menurut pengukuran berat yang tidak benar, berlaku tidak etis."'1 Aktivitas perniagaan selalu sudah berurusan dengan etika, artinya selalu harus mempertimbangkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Memang benar, sejak ditemukannya bisnis, etika sudah mendampingi kegiatan manusiawi ini. Namun demikian, jika kita menyimak etika bisnis sebagaimana dipahami dan dipraktekkan sekarang, tidak bisa disangkal juga, di sini kita menghadap

Etika Bisnis Di Tinjau Dari Sudut Pandang Hukum

Sudut Pandang Hukum Tidak bisa diragukan, bisnis terikat juga oleh hukum. "Hukum dagang" atau "hukum bisnis" merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dan dalam praktek hukum banyak masalah timbul dalam hubungan dengan bisnis, pada taraf nasional maupun internasional. Seperti etika pula, hukum merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Dari segi norma, hukum bahkan lebih jelas dan pasti daripada etika, karena peraturan hukum dituliskan hitam atas putih dan ada sanksi tertentu, bila terjadi pelanggaran. Terdapat kaitan erat antara hukum dan etika. Dalam kekaisaran Roma sudah dikenal pepatah: Quid leges sine moribus?, "apa artinya undang-undang, kalau tidak disertai moralitas?" Etika selalu harus menjiwai hukum. Baik dalam proses terbentuknya undang-undang maupun dalam pelaksanaan peraturan hukum, etika atau moralitas memegang peranan penting. Di sini bukan tempatnya untuk mem

Desain arsitektur, Mengalokasikan Modal Bisnis, Menentukan Harga Layanan, Tarif dan Harga Sebuah Kreativitas

Mengalokasikan Modal Bisnis Setelah memperhitungkan kebutuhan modal, maka langkah selanjutnya adalah merencanakan pengalokasian dana tersebut. Perencanaan pengalokasian modal ini dimaksudkan supaya modal bisnis dapat dibelanjakan secara bijaksana dan hemat. Pengalokasian modal berkaitan erat dengan proses pengadaan peralatan yang mendukung bisnis desain arsitektur. Pada prinsipnya suatu bisnis dibilang sehat apabila jumlah pemasukan dan penerimaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluaran. Oleh karena itu, pengendalian terhadap aliran kas merupakan hal yang penting dalam pengendalian biaya operasional bulanan. Seorang pebisnis haruslah bijaksana dalam hal mengelola keuangan. Hal ini bertujuan agar pengeluaran tidak lebih dari anggaran yang telah ditetapkan. Untuk memulai bisnis desain arsitektur, Anda dituntut untuk benar-benar mampu memilah antara peralatan pokok dengan peralatan penunjang. Misalnya, Anda dihadapkan pada pilihan untuk membeli perangkat kom

Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern, Tiga aspek pokok dari bisnis

Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern Tiga aspek pokok dari bisnis Bisnis modern merupakan sebuah realitas yang sangat kompleks. Dalam menentukan kegiatan bisnis banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya organisatoris-manajerial, ilmiah-teknologis, dan politik-sosial-kultural. Dari kekompleksitasan bisnis itu berkaitan langsung dengan kompleksitas masyarakat modern sekarang. Dengan kompleksitasnya masyarakat modern, maka akan banyak cara untuk menjalin kegiatan sosial dan bisnis. Pembahasan dan penganalisisan faktor pembentuk kompleksitas bisnis modern banyak sekali dibahas di berbagai forum ilmiah, khususnya ilmu ekonomi dan teori manajemen. Dan untuk bahasan ini kita menyoroti suatu aspek bisnis yang sampai sekarang jarang disentuh dalam pembahasan lain, Namun semakin banyak yang mengakui pentingnya, yaitu aspek etis atau moralnya.  Untuk menjelaskan kekhususan aspek etis ini, dalam suatu pendekatan pertama kita perlu bandingkan dulu dengan aspek-aspek lain, yang tidak
Copyright © Etika Bisnis. All rights reserved.